Perjalanan “Ala Jantera” di Sagaranten

Orang-orang kota, meskipun tujuannya ke Cidadap atau ke Cidolog, biasanya tetap mengatakan “mau ke Sagaranten”.

Sagaranten

SAGARANTEN KINI, hanyalah nama satu kecamatan di ujung selatan Kabupaten Sukabumi. Memiliki tanah seluas 11.010, 18 Ha, dan menurut sensus 2010, berpenduduk 47.039 jiwa.

Sungai Kapur di Cikidang
Sungai Kapur di Cikidang. Foto: Mang Oka

Sebagai kecamatan yang terletak di pilemburan, cukup mengejutkan jika tanah di pusat “kotanya” rata-rata berharga satu juta rupiah per meter persegi. Dalam rentang satu kilometer, terdapat enam minimarket (empat Indomaret, dua Alfamart) yang tak pernah sepi pengunjung. Warung-warung nasi mematok harga yang lebih tinggi dibandingkan warteg-warteg di Kota Bandung … dan laku.

Anak-anak usia SMP dan SMA berangkat ke sekolah dengan sepeda motor pribadi yang kebanyakan kinclong dan kurang serasi dengan jenis jalan yang dilalui. Sepulang sekolah, anak-nak itu nongkrong sambil menikmati bakso, mie ayam, kebab, fried chicken, bahkan pizza pinggir jalan.

Keseharian urang lembur di Sagaranten
Keseharian urang lembur di Sagaranten. Foto: Mang Oka

Sagaranten dulu kala, adalah satu kecamatan yang sangat luas. Saking luasnya, satu kecamatan itu mampu membelah diri menjadi lima bagian. Kecamatan Curugkembar, Cidolog, Cidadap, Tegalbuleud, dan Purabaya, adalah kecamatan baru hasil pembelahan satu kecamatan besar itu. Ketika jalan belum bagus, dan kendaraan belum musim, orang-orang bisa berjalan sehari penuh untuk sekadar rapat atau mengurus sesuatu di Sagaranten, di pusat kecamatan. Namun demikian, mereka tetap saja bangga sebagai Warga Negara Indonesia.

Karena masa lalunya itulah, Sagaranten tak bermakna wilayah administratif semata, tetapi cenderung bermakna sebagai sebuah region. Warga empat kecamatan baru itu (Curugkembar, Cidolog dll.) masih terbiasa memperkenalkan diri dan dikenal sebagai urang Sagaranten. Orang-orang kota, meskipun tujuannya ke Cidadap atau ke Cidolog, biasanya tetap mengatakan “mau ke Sagaranten”. Singkatnya, Sagaranten memiliki makna sempit sebagai satu kecamatan, dan makna luas yang menunjuk pada seluruh wilayah yang dulu merupakan bagian dari wilayah administratifnya.

Ikut-ikutan merujuk pada pembagian fisiografi ala Van Bemmelen (Geologi of Java, 1949), Sagaranten termasuk ke dalam Zona Pegunungan Selatan Jawa. Zona yang membentang dari Palabuanratu di Sukabumi hingga ke Nusakambangan di Cilacap. Perbukitan berbaris, berlapis-lapis. Banyak ciri-ciri yang menunjukkan bahwa wilayah ini telah mengalami serangkaian proses tektonis (penaikan/penurunan daratan) yang intensif sejak jutaan tahun lalu.

Lembah Sungai
Mengintip Lembah Sungai. Foto: Mang Oka

Mereka yang berjalan-jalan di bumi Sagaranten, dan rela meluangkan waktu untuk mempelajari tempat-tempat yang dilaluinya, pastilah akan bertemu dengan beberapa tema besar semisal jejak laut, jejak gunungapi purba, dan jejak kehidupan prasejarah.

Jejak laut dapat dilacak dari keberadaan kawasan karst yang memiliki banyak gua dan sungai bawah tanah, juga fosil-fosil binatang laut yang bertebaran hingga ke pucuk-pucuk perbukitan.

Jejak gunungapi purba dapat diterka dari luasnya singkapan batuan breksi yang berasal dari adonan material gunungapi yang terpadatkan.

Jejak prasejarah ditunjukkan oleh banyaknya temuan artefak berupa kapak persegi di ladang-ladang penduduk di berbagai kampung.

Namun semua itu barulah kepingan-kepingan puzzle dari sebuah gambar yang masih misterius. Hingga saat ini belum ada yang menyatukannya menjadi sebuah gambar utuh tentang bagaimana sesungguhnya masa lalu wilayah ini, dan bagaimana ia berkembang hingga menghadirkan bentang alam seperti sekarang. Sumber-sumber bacaan dan hasil penelitian tentang Sagaranten nyaris tidak ada.

Maka perjalanan yang saya lakukan, tak lebih dari pertemuan dengan titik-titik kecil dari puzzle Sagaranten. Kunjungan terhadap tempat-tempat yang secara instingtif dianggap menarik—setidaknya bagi diri saya sendiri.

Kadang harus berjalan jauh untuk melihat tempat-tempat itu. Tetapi sering juga cukup nongol di jendela atau mengintip dari teras rumah. Seringkali saya merasa konyol ketika harus memotret atau bercerita tentang sesuatu yang menurut orang-orang sini bukan apa-apa.

Paru-paru kami.
Paru-paru kami. Foto: Mang Oka

Baca juga: Gunung Bentang Hutan Terakhir Kami

Untungnya saya adalah warga Jantera, Perhimpunan Pecinta Alam di Departemen Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Jantera punya prinsip bahwa “nilai sebuah petualangan tak hanya diukur dari jauh atau sulitnya daerah yang kita tuju, tetapi apa yang dapat kita pelajari dari perjalanan itu”. (Sebenarnya ini mah pembenaran, sebab untuk main jauh-jauh, belum punya modal!)

Bagi teman-teman di kelompok penggiat alam yang lain, perjalanan di kampung halaman sendiri tentu kagak bakal masuk hitungan. Apalagi perjalanan yang tak ada “ekstrim-ekstrimnya”. Tetapi di Jantera, asal foto-foto, tulis cerita yang ada bau-bau geografinya, di mana pun tempatnya … petualangan namanya!

Belakangan, itulah yang saya lakukan di waktu-waktu senggang atau libur sekolahan. Jalan-jalannya ya di situ-situ juga. Kadang-kadang sendiri, kadang bersama keluarga, atau bersama teman yang sebagian besar adalah murid-murid saya. Tetapi genre perjalanannya tetap sama: perjalanan ala Jantera.

Pabrik aci
Pabrik aci. Foto: mang Oka

Catatan ini sesungguhnya disiapkan sebagai prolog kumpulan catatan perjalanan saya, tetapi kagak beres-beres.  Dari pada hilang, titip di sinih saja lah!

Tempat-tempat yang ingin diperkenalkan di dalamnya, harapan saya, dapat memikat para pembaca untuk berkunjung. Sekadar menikmati keindahan alam, merasakan sensasi adrenalin kecil-kecilan, atau meneliti dengan sungguh-sungguh untuk menjawab dan menyimpulkan sebenarnya Sagaranten itu tempat macam apa!

 

Please follow and like us:

Author: okasumarlin@gmail.com

Mang Oka (Oka Sumarlin), Anggota Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi Universitas Pendidikan Indonesia)

2 thoughts on “Perjalanan “Ala Jantera” di Sagaranten”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *