Cibuaya, dari Kekayaan Biota ke Instagramable Area

Sumarwan dan anak buahnya pernah dilarang ketika hendak berkemah, alasannya karena kondisi keamanan yang dianggap rawan bin bahaya.

Tidal flat Cibuaya

Sejak awal Dekade 90-an, SMAN 1 Sagaranten sudah biasa mengajak anak didiknya untuk belajar di alam terbuka, terutama ke pantai Cibuaya di kawasan Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi yang kala itu belum terlalu dikenal oleh para traveler Indonesia.

Dimotori oleh Sumarwan, Guru Biologi yang asli Banjarnegara Jawa Tengah, anak-anak dilatih untuk mengidentifikasi beragam biota laut. Mereka berjalan menyusuri pantai yang masih sunyi, dan kala malam diajak mengendap-endap mengintip penyu hijau (Chelonia mydas) yang lagi pada nelor di Pantai Pangumbahan.

Spot yang dianggap paling keren untuk aktivitas pengamatan biota laut adalah pantai Cibuaya. Pantai ini berjarak 2,6 Km ke arah utara dari dermaga Ujunggenteng. Kala itu hampir tak ada aktivitas wisata di pantai itu. Pantainya sunyi, terlindung oleh vegetasi berupa pandan laut (Pandanus odorifer) yang berjajar rimbun. Hanya ada satu-dua rumah sederhana di sana. Bahkan, Sumarwan dan anak buahnya pernah dilarang ketika hendak berkemah, alasannya karena kondisi keamanan yang dianggap rawan bin bahaya.

Seperti umumnya morfologi pantai di kawasan Ujunggenteng, Cibuaya memiliki dataran pasang-surut (tidal flat) yang luas. Kala air pasang, hamparan sisa terumbu karang itu tergenang, bahkan hingga ke garis pantai. Namun ketika air surut saat matahari terbit, kita bisa berjalan-jalan hingga ke ratusan meter ke tengah, di antara hamparan hijau alga dan rumput laut yang bisa kita bayangkan seperti lapangan bola yang sambung-menyambung.

Berjalan di atas tidal flat.
Bermain di atas tidal flat. Foto: Mang Oka

Pagi hari, selepas menikmati suasana sunrise, kegiatan pengamatan biota laut menjadi pilihan yang menyenangkan. Di antara lekukan karang yang masih tergenang air sisa pasang, banyak binatang laut yang menarik untuk diamati, dipotret, bahkan dibawa untuk diawetkan sebagai spesimen basah dan disimpan di laboratorium sekolah.

Dalam catatan Sumarwan, pada dataran pasang-surut itu tumbuh subur alga hijau, alga merah alga cokelat, dan rumput laut. Di sela-selanya, banyak ditemukan teripang, bulu babi, landak laut, bintang laut, ular laut, kuda laut kecil, ikan buntal, dan beragam spesies ikan hias. Jenis-jenis molusca semisal kerang dan siput laut juga banyak terdapat  di sana.

Biota laut Cibuaya
Biota laut Cibuaya. Foto: Mang Oka

Akhir pengamatan biasanya dinikmati dengan berbasah ria di air laut yang relatif dangkal dengan debur ombak yang tak terlalu besar. Di kawasan Ujunggenteng memang banyak terdapat beach ridge, endapan pasir yang membentuk pematang memanjang, umumnya terbentuk di seberang dataran pasang-surut. Beach ridge inilah yang secara alami memecah gelombang hingga tenaga yang sampai di garis pentai menjadi berkurang. Pantai jadi lebih tenang.

*

Ketinggalan, sunset di Cibuaya.
Ketinggalan, sunset di Cibuaya. Foto: Mang Oka

Jumat, 5 Oktober 2019, saya kembali mengunjungi Cibuaya bersama rombongan family gathering SMAN 1 Sagaranten. Pasir putih masih terhampar luas. Sisa jasad terumbu karang mati tetap saja berserak di garis pantai. Matahari terbit masih sangat menakjubkan untuk dinikmati di tengah tidal flat . Dibandingkan tempat lain di kawasan Ujgen, Cibuaya memang masih relatif sunyi.

Tapi ada semisal sesal. Terutama ketika mengamati tataruang yang rada berantakan. Banyak ornamen-ornamen pantai yang sengaja dibuat sebagai pemikat para pengunjung. Sayangnya pada cepat rusak, dan meninggalkan kesan kumuh yang tak serasi dengan lingkungan sekitar.

Cibuaya itu hebring. Lebih baik menjual keasliannya dari pada mbangun ini-itu yang tak jelas manfaat jangka panjangnya, dan hanya bisa dibanggakan sementara sebagai “instagramable area”!

 

 

Please follow and like us:

Author: okasumarlin@gmail.com

Mang Oka (Oka Sumarlin), Anggota Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi Universitas Pendidikan Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *