Engkreg: The Real MPV

Engkreg adalah disain jenius, jembatan antara keterbatasan transportasi dan barrier geografis.

Engkreg adalah disain jenius, jembatan antara keterbatasan transportasi dan barrier geografis.

Ada sepeda motor istimewa. Engkreg namanya. Kendaraan model begini beroperasi di jalan-jalan setapak di selatan Cianjur dan Sukabumi. Suaranya keras. Bawaannya berat. Disain cadas-nya barangkali tak pernah terlintas di benak Honda dan Yamaha.

Sejatinya, engkreg hanya motor bebek biasa. Cuma modifikasinya yang super ugal-ugalan, membuat tongkrongannya menjadi sangat berkesan.

Setang motor dibuat tinggi melebihi harley karena disambung dengan linggis atau besi pipa bekas shockbreaker depan. Mesin dan jok ditarik  mundur, menyisakan celah yang luas untuk membuat bagasi yang biasanya dibuat dari velg yang dipotong setengah lingkaran. Tangki bensin dibuang, diganti jerrycan yang nemplok di bawah lampu depan. Presneling disambung dengan besi behel bangunan, sejajar dengan roda belakang. Rem kaki dipindah ke tangan!

Bagi urang lembur, engkreg adalah the real MPV (Multi Purpose Vehicle). Jasanya sungguh tak terkira. Dari mengangkut kayu gelondongan, belanja ke pasar, hingga mengantar anak ke sekolahan. Engkreg kadang bisa dipakai buat romantis-romantisan. Seringkali terlihat, abah mengemudi, emak-nya nongkring di bagasi. Passanam SMAN 1 Sagaranten sudah lama menggunakan engkreg saat melaksanakan pendidikan dasar. Bagi mereka, engkreg adalah kendaraan taktis pengganti Land Rover yang belum kebeli.

Dulu, hasil bumi harus dipanggul dari jantung-jantung kebun. Prosesnya lama karena tenaga manusia banyak batasannya. Ongkos jadi mahal, bahkan banyak hasil panen yang rusak sebelum dipasarkan. Di era engkreg, kondisi seperti itu sangat jarang terjadi. Inilah jawaban dari persoalan “spatial transfer ability” yang selama ini jadi momok di pelosok negeri bagian sini. Engkreg adalah disain jenius, jembatan antara keterbatasan transportasi dan barrier geografis.

Hampir tak ada medan yang tak bisa ditembus. Jalan licin tak masalah, karena roda engkreg dililit dengan tali rantai. Tanjakan terjal tak jadi soal, karena ukuran gear belakang yang sangat besar hingga suaranya terdengar mengerang penuh keyakinan. Bagaimana jika mogok? Tak ada acara uprak-oprek di jalan: engkreg yang trouble biasanya langsung dinaikkan ke engkreg kawan seperjuangan. Motor naik motor!

Kadang, penunggang engkreg berhasil menjatuhkan mental para motocrosser yang gagah-gagahan blusukan ke hutan. Ketika kelompok mereka kesulitan melewati sebuah rintangan, datang rombongan engkreg yang masing-masing membawa semeter kubik kayu, melaju seolah tanpa beban. Gaya boleh kalah, tetapi kemampuan menerabas, jelas beda kelas.

Untuk menunggang engkreg, kita perlu beberapa SKS pelajaran tambahan. Sangat tidak gampang. Apalagi jika langsung mencoba membawa muatan, bisa-bisa nyungsep masuk jurang. Mau coba?***

 

Please follow and like us:

Author: okasumarlin@gmail.com

Mang Oka (Oka Sumarlin), Anggota Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi Universitas Pendidikan Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *